Sabtu, 17 Oktober 2009

Hati yang hambar

Di antara payudaraku,
Di dalam daging,
Di balik tulang paru-paru,
Di deka jantung,
Kuyakin kalbuku di situ

telah lama ku nanti dirimu
namun tak jua nampak sosokmu
rasa itu masih memburu
harapanku masih membubung
tapi kau seolah menghilang

kini apa yang tersisa?
hampir separuhnya bukan untukmu lagi
sedikit dari separuhnya tak mengharapmu lagi
secuil pun tak menunggumu lagi

di antara payudaraku,
tersa perih, kadang pahit,
sesak, walau lega terkadang
entah apa rasanya ini
entah arti semua ini
hanya hambar..

(Soroako, Desember-2008)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar