Masih lekat di ingatan, dendam masa lalu.
Hina dina ejekanmu padaku,
Itu ketika di SMP.
Masih lekat di ingatan dendam masa lalu
Hina dina yang sama.
Itu dua tahun yang lalu.
Telah pudar dendam masa laluku,
Entah hina entah dina
Dimulai setahun yang lalu.
Kini kau hadir berkedok sahabat,
Kau bak serigala berkedok serigala,
Namun ingin berubah jadi domba.
Kini kita sahabat,
Kita begitu dekat pada perkumpulan,
Hanya pada perkumpulan.
Di mana ilmu digali,
Gelak tawa menyertai,
Kulit-kulit remaja saling merasa.
Aku tak bisa tanpamu,
Melawan angin malam, mengukur jalan malam,
Memecah kesunyian, terkalahkan larut.
Aku tak bisa jauh darimu.
Di persimpangan waktu SMU,
Di ambang kepergian selamanya,
Menuju bangku yang lebih tinggi,
Aku terbangun dari mimpi buruk
Yang mengatakan bahwa aku mencintaimu!
(Soroako, April 2009)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar