Dalam lelapku yang masih
setengah dari alam bawah sadarku, aku masih mengingatmu.
Ketika lelapku telah
berakhir dengan dengan perut yang keroncongan, aku masih bisa
mengingatmu.
Ada kerinduan yang begitu
dalam yang bisa aku rasakan sekarang, dari kemarin, mungkin saja juga
besok.
Bukan wajahmu yang
terbayang saat ini, tapi sentuhanmu yang tiba-tiba dating ke dalam
mimpi-mimpiku.
Bukan dirimu yang
terbayang saat ini, tapi aroma tubuhmu yang semerbak di dalam
mimpi-mimpiku.
Aku kangen.
Ini namanya kangen tingkat
dewa.
Jogjakarta, 27
Januari 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar