Seorang Machiavelli pernah berkata, "terkadang berbohong itu perlu dilakukan untuk mencapai kepentingan"..
Ketika aku mengatakan bahwasanya aku suka kamu, maafkan karena itu tak berarti aku ingin kau menjadi milikku dengan cinta yang kamu miliki.
Ketika seorang aku mengatakan bahwasanya aku sayang kamu, maafkan karena itu tak berarti aku ingin kau menjadi bagian paling dekat dengan jantung dan urat nadiku selamanya.
Aku hanya seorang wanita yang lemah tapi aku punya prinsip sebagai batu loncatan menghadapi kamu, menghadapi kalian para batangan yang berwujud buaya.
Ketika seorang wanita termakan kata-katamu, maka dunia akan berat sebelah.
Berat sebelah karena lautan semakin meluas dan dalam dari biasanya, darat menyempit dua kali lipat.
Namun ketika seorang pria terjerat dalam buaian seorang wanita, maka dunia kehilangan arah mata anginnya.
Angin barat kadang bertiup ke selatan, dan begitu pula sebaliknya.
Jangan sekali-kali kau mempercayai semua kata cinta yang lahir dari bibirku, karena semua bermakna ambigu.
jangan sekali-kali kau tertipu dengan tingkah yang lahir sebagai bahasa tubuhku, karena semua abstrak dan tak bisa ditafsirkan.
Bahasa cinta yang kau isyaratkan, tak bermakna apa pun untuk diriku tapi bagi mereka perempuan lemah memiliki arti mendalam untuk dikenang.
Mengarungi lautan kasih sayang dengan perahu tanpa layar bagai menentang ombak rayuan terbesar yang pernah ada.
Mendaki gunung keangkuhan hati dengan sendal jepit bagai menantang tanjakan gengsi tertinggi yang pernah kau lihat.
cermati tingkahku dengan hatimu, dengarkan bahasaku dengan hatimu, dan rasakan sentuhanku dengan hatimu.
Hanya dengan hatimu kau dapat membaca hatiku, dan hanya dengan hatimu kau dapat meraba perasaanku. Dalam. Tenang. Dan ikhlas.
inilah bahasa kasih yang bisa aku berikan. Bahasa cinta yang bisa aku siratkan tanpa menyuratkannya lebih dulu. Terima Kasih.
Malang, 13 Januari 2010 at 11:05 am
Tidak ada komentar:
Posting Komentar